
Tren Blush Blindness, Bikin Pipi Makin Nyentrik Dan Cantik
Tren Blush Blindness Yang Sedang Hype Di Dunia Kecantikan Akan Menjadikan Tampilan Pipi Kita Semakin Nyentrik Dan Cantik. Fenomena blush blindness belakangan ini menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Khususnya di kalangan para beauty enthusiast. Istilah ini di gunakan untuk menggambarkan kondisi di mana seseorang merasa penggunaan perona pipi yang telah di aplikasikan masih belum cukup. Oleh karenanya mereka cenderung menambahkan lagi produk tersebut secara berulang kali. Akibatnya, riasan pipi tampak begitu mencolok atau bahkan terlalu intens, meskipun menurut pengamatan orang lain sebenarnya riasan tersebut sudah lebih dari cukup.
Kondisi semacam ini biasanya di picu oleh beberapa faktor eksternal yang memengaruhi persepsi individu terhadap tampilan riasannya sendiri. Salah satu faktor utamanya adalah pencahayaan yang di gunakan saat proses merias wajah. Pencahayaan buatan yang terlalu terang atau sebaliknya terlalu redup dapat membuat warna blush on tampak kurang terlihat di cermin. Inilah yang membuat seseorang terdorong untuk menambahkan produk lebih banyak dari seharusnya. Selain pencahayaan, penggunaan filter kamera juga memiliki pengaruh besar dalam menciptakan ilusi visual. Filter digital yang sering di gunakan di media sosial cenderung mereduksi kontras atau membuat warna kulit tampak lebih pucat. Faktor inilah yang membuat warna perona pipi menjadi kurang terlihat di layar. Akibatnya, banyak orang yang merasa perlu mempertegas tampilan tersebut agar tetap tampak segar di kamera.
Tak hanya karena faktor teknis, keinginan untuk tampil dengan rona wajah yang cerah dan merona juga turut mendorong terjadinya fenomena ini. Banyak orang ingin terlihat memiliki pipi yang tampak sehat dan berseri. Inilah yang menjadikan mereka berupaya menghadirkan efek tersebut melalui penggunaan blush on secara berlebihan. Meskipun intensitas warna yang di gunakan mungkin sudah cukup bagi orang lain, seseorang yang mengalami blush blindness merasa bahwa tampilan tersebut masih belum sesuai dengan ekspektasinya.
Mengenal Tren Blush Blindness
Mengenal Tren Blush Blindness yang semakin di kenal luas sangat menarik untuk kita ketahui. Hal ini terutama sejak istilah ini menjadi viral di platform seperti TikTok. Fenomena ini merujuk pada kecenderungan seseorang untuk terus menambahkan perona pipi ke dalam riasan wajah mereka. Pasalnya mereka merasa bahwa hasil yang terlihat masih belum memuaskan atau kurang menonjol. Dalam penjelasan yang di sampaikan melalui situs IPSY, seorang penata rias profesional bernama Leti Meyers mengungkapkan bahwa kondisi ini terjadi ketika individu merasa perona pipi yang telah di aplikasikan belum memberikan efek yang di harapkan. Oleh karenanya mereka terdorong untuk menambahkannya berulang kali. Ia juga menyebutkan bahwa tampilan akhir dari tren ini bisa tampak berbeda tergantung pada variasi warna kulit. Pasalnya setiap individu memiliki dasar rona kulit yang unik sehingga warna blush akan terlihat secara berbeda-beda.
Pernyataan tersebut di perkuat oleh pendapat Jaclyn Forbes, seorang influencer kecantikan sekaligus ahli tata rias. Ia sejalan dengan pemikiran Meyers mengenai blush blindness sebagai situasi di mana seseorang mencoba semaksimal mungkin. Pasalnya teknik ini akan menciptakan efek riasan pipi yang mencolok dengan mengaplikasikan produk secara tebal. Menurutnya, tren ini merupakan bentuk ekspresi kebebasan dalam ber-makeup. Ia mengaku sebagai pengagum gaya rias ini dan menganggap bahwa cara paling tepat dalam menggunakan perona pipi adalah dengan memberikannya secara intens, sesuai preferensi pribadi. Forbes juga menyatakan bahwa inti dari tren blush blindness adalah melawan norma-norma umum tentang kecantikan yang selama ini di tentukan oleh pendapat orang lain. Ia mendorong individu untuk lebih mendengarkan selera dan kenyamanan diri sendiri dalam merias wajah.
Melalui sudut pandang kedua ahli tersebut, dapat di simpulkan bahwa blush blindness bukan sekadar kecenderungan menggunakan blush on secara berlebihan. Tren ini juga mencerminkan pergeseran paradigma dalam dunia kecantikan, yakni menjadikan preferensi pribadi sebagai tolok ukur utama.
Awal Mula
Tren blush blindness yang kini populer di kalangan pencinta kecantikan ternyata memiliki Awal Mula yang cukup menarik. Fenomena ini mulai mendapatkan sorotan setelah gaya riasan seorang penyanyi ternama, Sabrina Carpenter, menarik perhatian publik. Ia di kenal sering mengenakan perona pipi dalam jumlah cukup mencolok dalam setiap penampilannya. Intensitas warna blush yang ia gunakan menjadi sorotan hingga akhirnya di kaitkan dengan istilah blush blindness. Tampilan inilah yang kemudian memicu perbincangan luas di berbagai platform. Hal ini terutama di berbagai media sosial.
Dalam laporan yang di muat oleh New Beauty, Beau Nelson, seorang penata rias yang biasa merias para selebritas, memaparkan bahwa kondisi blush blindness pada dasarnya muncul karena pemakaian produk secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun penggunaan blush yang terlalu banyak merupakan penyebab utama, faktor lain seperti pencahayaan yang tidak memadai juga turut berperan. Ia menekankan bahwa pencahayaan yang kurang tepat dapat membuat seseorang keliru dalam menilai seberapa banyak perona pipi yang telah di aplikasikan. Inilah yang membuat tanpa di sadari, hasil akhir terlihat terlalu tebal dan mencolok.
Sementara itu, Yarden Horwitz, yang di kenal sebagai salah satu pendiri platform peramalan tren kecantikan, menjelaskan bahwa popularitas blush blindness semakin meluas. Hal ini terutama karena menjadi bahan pembicaraan di TikTok. Ia mengungkapkan bahwa banyak kreator konten di platform tersebut mulai membahas tren ini dengan gaya jenaka maupun sindiran halus. Meski demikian, sebagian besar dari mereka tetap tertarik untuk mencoba gaya riasan tersebut. Horwitz juga menyebutkan bahwa pengaruh tren ini tidak hanya terbatas di kalangan pengguna media sosial. Pengaruh tren ini juga semakin merambah ke ranah industri kecantikan itu sendiri. Menurutnya, sejumlah merek makeup bahkan menjadikan konsep blush blindness sebagai ide utama dalam strategi promosi produk perona pipi terbaru mereka.
Teknik Mengaplikasikan
Dalam dunia riasan wajah, tidak terdapat aturan mutlak mengenai cara yang benar atau salah dalam menggunakan perona pipi. Baik memilih nuansa yang lembut maupun warna yang tajam, keduanya sah-sah saja selama mencerminkan preferensi pribadi. Gaya aplikasi blush on dapat di sesuaikan dengan selera dan kenyamanan masing-masing individu. Tentunya tanpa harus terikat oleh standar kecantikan yang kaku. Menurut pandangan Jaclyn Forbes, seorang influencer dan ahli tata rias, tren blush blindness sejatinya hanya menjadi persoalan ketika seseorang mempermasalahkannya sendiri. Ia menyampaikan bahwa tren ini justru bisa memberikan kesan tampilan yang lebih segar dan awet muda. Kemudian Teknik Mengaplikasikan blush on ini juga dapat memberikan efek kulit wajah yang terlihat berseri secara alami.
Meskipun penggunaan perona pipi secara intens tidak selalu cocok untuk semua orang, hal tersebut bukan alasan untuk menahan diri dari bereksperimen dengan gaya makeup yang di inginkan. Forbes percaya bahwa setiap orang memiliki kebebasan untuk mengekspresikan dirinya melalui tata rias. Hal ini termasuk dalam memilih intensitas warna blush yang akan di gunakan.
Walaupun demikian, Meyers menekankan bahwa terdapat beberapa teknik penting yang perlu di perhatikan. Tentunya agar hasil akhir pemakaian blush on ini tetap terlihat indah dan tidak berlebihan. Ia menyarankan agar pemilihan produk di lakukan dengan cermat, menggunakan blush on yang sesuai dengan jenis kulit serta warna dasar wajah. Selain itu, proses membaurkan produk juga sangat penting agar hasilnya tampak menyatu secara alami dengan keseluruhan riasan. Ia juga menyarankan untuk mengaplikasikan produk dalam lapisan tipis, secara bertahap. Inilah yang akan menjadikan tampilan akhir tetap lembut namun tetap memberi efek segar yang di inginkan.
Itu dia beberapa informasi mengenai Tren Blush Blindness yang sangat menarik untuk kita ketahui. Dengan informasi tersebut, tentunya kita dapat mengaplikasikan blush on dengan cara yang benar dalam mengikuti Tren Blush Blindness.