
Pencapaian Xabi Alonso Sebagai Pelatih Leverkusen
Pencapaian Xabi Alonso Selama Menukangi Bayer Leverkusen Patut Di Kenang Sebagai Salah Satu Era Terbaik Dalam Sejarah Klub. Pelatih asal Spanyol tersebut mengambil alih kursi kepelatihan Die Werkself pada Oktober 2022. Hal ini ketika tim tengah berada dalam kondisi yang kurang stabil. Namun, dengan pendekatan taktis yang cerdas dan kepemimpinan yang tenang, Alonso berhasil mengubah wajah permainan Leverkusen secara menyeluruh. Setelah menjalani tiga musim bersama klub Bundesliga tersebut, Alonso resmi mengumumkan bahwa ia akan meninggalkan Leverkusen pada akhir musim 2024/2025. Keputusan ini di ambil setelah dirinya menerima tawaran untuk menjadi pelatih kepala Real Madrid, klub yang pernah ia bela semasa masih aktif sebagai pemain. Kabar ini di konfirmasi oleh jurnalis sepak bola ternama, Fabrizio Romano. Hal ini yang menyebutkan bahwa Alonso akan menandatangani kontrak hingga tahun 2028 bersama Los Blancos. Selama masa kepemimpinannya, Alonso tidak hanya membawa kestabilan bagi Leverkusen, tetapi juga mencatatkan sejumlah prestasi luar biasa.
Di bawah arahannya, Bayer Leverkusen berhasil meraih tiga trofi bergengsi, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah klub. Permainan menyerang yang efektif, lini belakang yang solid, serta pengembangan pemain muda menjadi kunci utama keberhasilan tim di tangan Alonso. Tak heran jika namanya kini masuk dalam jajaran pelatih paling sukses yang pernah menangani Leverkusen. Gaya melatihnya yang modern, fleksibel, dan penuh visi membuat banyak pihak menilai bahwa masa depannya sebagai pelatih papan atas Eropa sudah sangat cerah.
Kini, seiring kepindahannya ke Real Madrid, para pendukung Leverkusen tak hanya mengucapkan selama tinggal, tetapi juga rasa terima kasih mendalam atas kontribusi besar yang telah di berikan Xabi Alonso. Pertanyaannya kini, trofi apa saja yang berhasil ia bawa pulang selama membesut Die Werkself?
Pencapaian Xabi Alonso Sebagai Pelatih Utama Menjadi Kunci Dari Keberhasilan Luar Biasa Ini
Musim 2023/2024 menjadi tonggak sejarah baru bagi Bayer Leverkusen, di mana mereka berhasil meraih gelar Bundesliga untuk pertama kalinya sejak klub berdiri. Pencapaian Xabi Alonso Sebagai Pelatih Utama Menjadi Kunci Dari Keberhasilan Luar Biasa Ini. Di bawah arahannya, Leverkusen tampil konsisten, solid, dan mendominasi sepanjang musim. Lebih dari sekadar juara, Die Werkself mencatatkan rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini menjadi tim pertama dalam sejarah Bundesliga yang menyelesaikan musim tanpa satu pun kekalahan. Alonso, pria asal Spanyol kelahiran 25 November 1981, mengambil alih kursi pelatih pada Oktober 2022. Dalam waktu kurang dari dua tahun, ia mengubah wajah permainan Leverkusen secara menyeluruh. Berkat visinya yang tajam dan kecermatan dalam menyusun strategi, tim ini mampu bersaing di level tertinggi dan mengakhiri dominasi Bayern Munich yang telah berlangsung selama 11 musim berturut-turut.
Dengan kombinasi pemain muda dan berpengalaman seperti Florian Wirtz dan Granit Xhaka, Leverkusen menyelesaikan musim dengan catatan mengesankan. Hal ini dengan 28 kemenangan, 6 hasil imbang, dan tanpa kekalahan, mengumpulkan total 90 poin. Jarak dengan peringkat kedua, Vfb Stuttgart, mencapai 17 poin, menunjukkan betapa dominannya performa Leverkusen musim ini. Tak hanya unggul secara statistik, gaya bermain Leverkusen juga menyenangkan untuk di tonton. Mereka tampil menyerang, cepat, dan efektif. Tercatat 13 kemenangan mereka raih dengan margin minimal tiga gol. Hal ini termasuk kemenangan telak 5-0 atas Werder Bremen dan Vfl Bochum yang menunjukkan kekuatan lini serang mereka.
Keberhasilan ini tak lepas dari pencapaian Xabi Alonso dalam membangun sistem permainan yang kuat dan harmonis. Kini, meski ia akan melanjutkan karir di Real Madrir, warisan yang di tinggalkan di Leverkusen akan terus di kenang sebagai salah satu era terbaik dalam sejarah klub.
Memenangkan DFB-Pokal
Musim 2023/2024 benar-benar menjadi periode emas bagi Bayer Leverkusen. Setelah mencetak sejarah dengan merebut gelar Bundesliga pertama mereka, Leverkusen menambah daftar kejayaan dengan Memenangkan DFB-Pokal. Pencapaian Xabi Alonso sebagai pelatih tidak hanya terbatas pada dominasi di liga. Tetapi, hal ini juga berhasil membawa timnya tampil gemilang di ajang piala domestik tertua di Jerman tersebut. Ini menjadi gelar kedua Leverkusen dalam sejarah DFB-Pokal, setelah sebelumnya meraihnya pada musim 1992/1993. Langkah Leverkusen di kompetisi DFB-Pokal sangat mengesankan sejak babak pertama. Mereka membuka perjalanan dengan kemenangan telak 8-0 atas Teutonia 05, yang langsung menunjukkan keseriusan mereka dalam mengejar trofi. Di babak-babak berikutnya, mereka mengalahkan tim-tim seperti PSV Sandhausen, SC Paderborn, Vfb Stuttgart, hingga Fortuna Dusseldorf. Semuanya di lalui dengan performa solid dan dominasi permainan.
Partai final mempertemukan Leverkusen dengan 1 FC Kaiserslautern, tim kejutan yang berhasil melangkah jauh di kompetisi ini. Final yang berlangsung di Olumpiastadion Berlin itu berjalan ketat dan penuh tekanan. Namun, pengalaman dan kualitas Leverkusen membuat perbedaan. Gol tunggal Granit Xhaka pada menit ke-17 menjadi penentu kemenangan dalam laga yang berlangsung dengan tensi tinggi hingga peluit akhir. Dengan kemenangan ini, Bayer Leverkusen resmi mengakhiri musim dengan dua gelar bergengsi, Bundesliga dan DFB-Pokal. Kombinasi kedalaman skuad, taktik presisi, serta manajemen Alonso yang matang menjadikan musim ini sebagai yang terbaik dalam sejarah klub.
Lebih dari sekadar sukses di atas kertas, Leverkusen tampil sebagai tim yang percaya diri, efisien, dan menyenangkan untuk di tonton. Kini, meski Xabi Alonso di pastikan akan melanjutkan karir ke Real Madrid, warisan yang ia tinggalkan di Leverkusen akan di kenang sebagai era kejayaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Musim ini akan menjadi standar baru yang sulit di tandingi oleh generasi berikutnya.
Tampil Untuk Pertama Kalinya Di Ajang DFL-Supercup atau Piala Super Jerman Musim 2024/2025
Kesuksesan Bayer Leverkusen di musim 2023/2024 tak berhenti pada gelar Bundesliga dan DFB-Pokal. Klub berjuluk Die Werkself itu kembali mencetak sejarah dengan Tampil Untuk Pertama Kalinya Di Ajang DFL-Supercup Atau Piala Super Jerman Musim 2024/2025, sebagai wakil juara Bundesliga. Dalam penampilan perdananya tersebut, Leverkusen tampil luar biasa dengan meraih kemenangan atas Vfb Stuttgart dan menambah trofi ketiga mereka musim itu. Pertandingan berjalan penuh tensi sejak menit awal. Kedua tim saling serang dan skor imbang 2-2 bertahan hingga waktu normal berakhir. Tantangan besar datang bagi Leverkusen saat mereka harus bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-37 akibat kartu mereka yang di terima Martin Terrier. Meski berada dalam tekanan, skuad Leverkusen tetap tampil disiplin dan solid hingga akhir laga.
Penentuan pemenang di lakukan melalui adu penalti. Di sinilah ketenangan dan kualitas Leverkusen terlihat. Empat penendang mereka sukses menuntaskan tugas dengan baik. Sedangkan, tiga dari lima eksekutor Vfb Stuttgart gagal mencetak gol. Hasil ini memastikan Leverkusen keluar sebagai juara DFL-Supercup 2024. Gelar ini melengkapi musim fenomenal yang di jalani Leverkusen bersama Xabi Alonso. Sebelumnya, klub ini hanya memiliki tiga trofi utama: Bundesliga 2 (1978/1979), UEFA Cup (1987/1998), dn DFB-Pokal (1992/1993). Namun dalam satu musim saja, mereka menambahkan tiga gelar baru, Bundesliga, DFB-Pokal, dan DFL-Supercup.
Pencapaian ini tidak hanya mengangkat nama klub, tetapi juga mengukuhkan kemampuan Alonso sebagai pelatih muda berbakat yang sukses membawa revolusi permainan di Leverkusen. Musim ini menjadi catatan emas dalam sejarah klub dan layak di sebut sebagai puncak dari Pencapaian Xabi Alonso.