
Dari Cadangan Jadi Pahlawan: Kebangkitan Jay Idzes
Dari Cadangan Jadi Pahlawan: Kebangkitan Jay Idzes Yang Sempat Tertidur Dan Mengantarkan Sassuolo Menang Ke Markas Udinese. Nama Jay Idzes kembali jadi perbincangan hangat setelah tampil solid saat membawa US Sassuolo menang dramatis 2-1 atas Udinese Calcio di Bluenergy Stadium, Minggu (15/2/2026). Laga ini bukan sekadar kemenangan biasa. Namun melainkan momen pembuktian bagi bek Timnas Indonesia tersebut. Sempat tertinggal cepat, Sassuolo menunjukkan mental baja. Namun yang paling mencuri perhatian adalah peran Jay Idzes di jantung pertahanan. Dari situasi sulit di awal laga, ia menjelma menjadi figur sentral yang menjaga stabilitas lini belakang. Terlebih hingga peluit akhir berbunyi. Kebangkitan ini menjadi bukti bahwa sosoknya bukan sekadar pelengkap skuad. Dan juga sosok penting dalam skema permainan timnya. Kemenangan tandang ini sekaligus mempertegas kiprahnya di kompetisi Eropa. Bagi publik Indonesia, performanya menjadi sinyal positif menjelang agenda internasional bersama Timnas.
Gol Cepat Udinese Dan Momen Lengah Sassuolo
Pertandingan baru berjalan beberapa menit ketika Gol Cepat Udinese Dan Momen Lengah Sassuolo. Situasi itu sempat membuat lini belakang Sassuolo terlihat goyah. Koordinasi antarpemain belum sepenuhnya padu. Dan tekanan tinggi dari tuan rumah memaksa tim tamu bermain lebih berhati-hati. Dalam fase inilah ujian mental datang. Sosoknya, yang sempat terlihat kesulitan membaca pergerakan awal lawan. Kemudian perlahan menemukan ritme permainannya. Ia mulai memenangi duel udara, melakukan intersep krusial. Serta mengatur garis pertahanan agar tidak terlalu dalam. Transisi dari fase tertekan menuju stabil inilah yang menjadi titik balik. Sepanjang babak pertama, Udinese mencoba menekan lewat sisi sayap dan umpan-umpan silang. Namun sosoknya tampil disiplin. Ia beberapa kali memotong alur bola sebelum mencapai kotak penalti. Meski Sassuolo belum mampu membalas gol hingga turun minum. Dan fondasi kebangkitan sudah mulai terbentuk dari lini belakang.
Babak Kedua, Lauriente Dan Pinamonti Menyempurnakan Comeback
Memasuki Babak Kedua, Lauriente Dan Pinamonti Menyempurnakan Comeback. Sassuolo bermain lebih agresif, sementara pertahanan tetap solid. Momentum itu berbuah manis ketika Armand Lauriente mencetak gol penyama kedudukan. Stadion yang semula riuh mendukung Udinese mendadak hening sesaat. Setelah skor imbang 1-1, pertandingan berlangsung lebih terbuka. Di sinilah perannya semakin terasa. Ia menjadi “mercusuar” pertahanan. Dan mengorganisir rekan-rekannya agar tetap fokus. Ketika Udinese mencoba meningkatkan intensitas serangan.
Sosoknyanya sigap melakukan blok dan sapuan krusial. Gol kemenangan akhirnya lahir lewat Andrea Pinamonti. Serangan terstruktur yang di bangun dari belakang menunjukkan betapa pentingnya distribusi bola dari lini pertahanan. Ia tidak hanya bertahan. Akan tetapi juga membantu memulai transisi menyerang. Skor 2-1 bertahan hingga akhir laga, menandai comeback impresif Sassuolo di kandang lawan. Kemenangan ini sekaligus memperlihatkan karakter tim: sempat tertinggal. Lalu bangkit dengan determinasi tinggi. Dan dalam narasi tersebut, namanya menjadi bagian tak terpisahkan.
Dari Cadangan Jadi Pahlawan, Kebangkitan Mental Dan Kualitas
Kisahnya yang Dari Cadangan Jadi Pahlawan, Kebangkitan Mental Dan Kualitas. Namun kerja keras di sesi latihan serta kesabarannya menunggu kesempatan kini terbayar. Laga kontra Udinese menjadi contoh nyata bagaimana seorang pemain bisa mengubah statusnya lewat performa konsisten. Lebih jauh lagi, performa solid di Eropa memberi dampak psikologis positif bagi Timnas Indonesia. Pengalaman menghadapi tekanan di liga top akan memperkaya kualitas kepemimpinannya di level internasional. Pada akhirnya, laga di Bluenergy Stadium bukan sekadar tentang tiga poin. Ini adalah cerita tentang kebangkitan. Dan tentang pemain yang sempat di ragukan lalu menjawabnya dengan aksi nyata di lapangan. Dari cadangan menjadi pahlawan, ia membuktikan bahwa kesempatan hanya perlu datang sekali. Ketika itu tiba, ia siap memanfaatkannya sepenuh hati yaitu bek andalan Jay Idzes.