Janice Tjen Gugur, Rusia Masih Terlalu Tangguh Di Abu Dhabi

Janice Tjen Gugur, Rusia Masih Terlalu Tangguh Di Abu Dhabi

Janice Tjen Gugur, Rusia Masih Terlalu Tangguh Di Abu Dhabi Dari Wakil Mereka Namun Tetap Mengapresiasi Perjuangannya. Langkah petenis putri andalan Indonesia, Janice Tjen Gugur di ajang bergengsi Abu Dhabi Open 2026. Tampil di sektor tunggal putri, Janice belum mampu melangkah lebih jauh. teNTUNYA setelah kalah dari unggulan kelima asal Rusia, Liudmila Samsonova, pada babak 16 besar. Pertandingan tersebut digelar di International Tennis Centre, Zayed Sports City, Uni Emirat Arab, Selasa (3/2/2026). Meski hasil akhirnya belum berpihak, penampilannya tetap menyita perhatian. Ini merupakan debutnya di turnamen level WTA 500. Dan sebuah panggung besar yang mempertemukannya langsung dengan pemain elite dunia. Pengalaman berharga pun menjadi modal penting bagi perjalanan kariernya ke depan meski Janice Tjen Gugur.

Debut Janice Tjen Di Level WTA 500 Jadi Sorotan

Abu Dhabi Open 2026 menjadi momen penting dalam karier Janice Tjen. Turnamen ini merupakan salah satu ajang WTA 500 yang di ikuti banyak petenis papan atas dunia. Baginya, tampil hingga babak 16 besar sudah menjadi pencapaian tersendiri. Dan mengingat ketatnya persaingan di level ini. Petenis kelahiran Jakarta tersebut menunjukkan bahwa ia tidak gentar menghadapi lawan dengan peringkat. Serta pengalaman jauh di atasnya. Keberaniannya bermain agresif sejak awal pertandingan menjadi bukti bahwa ia siap bersaing di panggung internasional. Meski masih membutuhkan jam terbang lebih banyak.

Awal Set Pertama Sempat Beri Harapan

Janice memulai pertandingan dengan cukup menjanjikan. Ia berhasil mengamankan gim pembuka dan unggul 1-0 atas Samsonova. Permainan sempat berlangsung ketat hingga kedudukan imbang 2-2. Kemudian menunjukkan bahwa ia mampu mengimbangi tempo permainan lawan. Namun, setelah itu Samsonova mulai menemukan ritmenya. Petenis Rusia yang di kenal sebagai spesialis lapangan keras tampil lebih stabil. Tentunya dalam servis dan reli panjang. Ia merebut empat gim secara beruntun untuk menutup set pertama dengan skor 6-2. Statistik juga menunjukkan perbedaan signifikan. Persentase servis suksesnya tercatat 64 persen, sementara Samsonova mencapai 80 persen. Dan angka ini menjadi salah satu faktor penentu dominasi lawan di set pembuka.

Momen Kritis Yang Gagal Di Maksimalkan

Meski tertinggal, ia tidak menyerah begitu saja. Pada gim ketujuh set pertama, saat kedudukan 2-5, ia sempat memberi tekanan serius. Situasi deuce 40-40 terjadi. Bahkan ia mendapatkan advantage dua kali setelah Samsonova melakukan kesalahan servis. Sayangnya, ia belum mampu memanfaatkan momentum tersebut. Pukulan silang tajam dari Samsonova kerap memaksanya berada dalam posisi bertahan. Kesempatan untuk memperpanjang set pun terlewatkan. Dan set pertama resmi menjadi milik petenis Rusia. Memasuki set kedua, pola permainan tidak banyak berubah. Samsonova tetap tampil dominan dan konsisten. Sementara ia beberapa kali melakukan kesalahan sendiri saat mencoba keluar dari tekanan. Set kedua kembali di tutup dengan skor identik, 6-2.

Pelajaran Berharga Untuk Langkah Selanjutnya

Kekalahan ini memang menghentikan langkahnya di Abu Dhabi Open 2026. Namun tidak menghapus nilai penting dari turnamen tersebut. Menghadapi pemain sekelas Liudmila Samsonova memberikan pengalaman langsung. Tentunya tentang standar permainan di level tertinggi tenis putri dunia. Ia menunjukkan mental bertanding yang positif dan keberanian mengambil risiko, dua modal penting untuk berkembang. Dengan evaluasi pada aspek servis, konsistensi reli, dan pengambilan keputusan di poin-poin krusial. Kemudian peluangnya untuk bersaing lebih jauh di turnamen WTA terbuka lebar.

Publik tenis Indonesia pun tetap patut memberikan apresiasi. Perjalanannya di Abu Dhabi menjadi sinyal bahwa regenerasi petenis putri Indonesia terus berjalan. Dan memiliki potensi untuk menembus persaingan global. Gugurnya ia di babak 16 besar Abu Dhabi Open 2026 menegaskan bahwa persaingan tenis dunia masih sangat ketat. Rusia melalui Liudmila Samsonova memang tampil terlalu tangguh kali ini. Namun baginya, turnamen ini bukan akhir. Akan tetapi awal dari proses panjang menuju level tertinggi. Dengan pengalaman dan pembelajaran yang di dapat. Serta masa depan tenis putri Indonesia tetap menyimpan harapan besar.

Jadi itu dia beberapa fakta mengenai Rusia yang masih terlalu tangguh di Abu Dhabi yang buat Janice Tjen Gugur.